Sunday, July 10, 2016

INFORMASI TENTANG GUNUNG RAUNG

INFORMASI TENTANG GUNUNG RAUNG
Nama: Gunung Raung
Ketinggian: 3344 mdpl
Lokasi: Banyuwangi, Jember dan Bondowoso
Tipe: Gunung Api
Puncak: puncak bendera, Puncak 17, Puncak Tusuk Gigi dan Puncak Sejati Raung
Kondisi: perkebunan, hutan, kaldera, kawah, kabut
Hutan: hutan Dipterokarp Bukit, hutan Dipterokarp Atas, hutan Montane, dan Hutan Ericaceous atau hutan gunung
Flora: ilalang, pinus, cemara
Fauna: berbagai macam burung


Jalur pendakian gunung Raung via Kalibaru merupakan jalur pendakian yang paling ekstrim dan susah. Jalur Kalibaru terletak di Banyuwangi, Jawa Timur. Untuk transport menuju Kalibaru cukup mudah. Jika kita naik kereta maka cukup turun di stasiun Kalibaru Banyuwangi. Kemudian menuju pos pendakian gunung Raung tempatnya di rumah Pak Soeto atau lebih tepatnya di Desa Wonorejo. Jika bertanya pada tukang ojek di stasiun Kalibaru biasanya mereka langsung tahu dan bisa mengantarkan menuju rumah Pak Soeto.

PERIZINAN
Perizinan dan pendaftaran dilakukan di rumah Pak Soeta.


Pos 1 – Pos 2 (4jam)
Perjalanan menuju Pos 2 memakan waktu yang lama dan melewati trek berupa hutan dan semak-semak belukar. Sampai di Pos 2 kita bisa memilih untuk mendirikan tenda dan bermalam. Di Pos 2 inilah tempat yang favorit atau cocok sekali untuk mendirikan tenda karena lahannya yang luas.

Pos 2
Pos 2 – Camp 3 1656 Mdpl (1jam)
Jalur selanjutnya menuju Camp 3 kita akan melewati jalur menanjak dan berpohon rindang.
Camp 3 – Camp 4 1855 Mdpl (2jam)
Jalur selanjutnya awalnya kita akan berjalan landai tapi kemudian kita akan melalui jalan yang lebih menanjak dari sebelumnya.
Camp 4 – Camp 5 2115 Mdpl (40menit)
Menuju Camp 5 tidak terlalu lama namun jalur yang dilewati lebih sulit.
Camp 5 – Camp 6/Pos 3 Petruk 2285 Mdpl (30menit)
Pada jalur menutu Pos 3 ini terbilang ekstrim karena kita akan melewati tiga pundak yang terjal.
Camp 6 – Camp 7 2541 Mdpl (45 menit)
Jalur selanjutnya semakin ekstim. Kita harus lebih berhati-hati dan tetap waspada.
Camp 7 – Camp 8 2876 Mdpl (2jam)
Pada jalur ini sebaiknya kita meninggalkan tas dan bawaan berat lain. Trek selanjutnya adalah trek climbing menggunakan peralatan seperti tali, carabiner dll.
Camp 8 – Camp9/Pos 4 Bagong 3023 Mdpl (1jam)
Camp 9 adalah batas menuju alam terbuka.
Camp 9 – Puncak Bendera/ Puncak Kalibaru 3154 Mdpl (10menit)
Sampailah pada puncak jalur Kalibaru. Mulai dari sini barulah kita akan menghadapi jalan paling ekstrim se-Indonesia. Yakni jalur menuju puncak 17, Puncak Tusuk Gigi dan Puncak Sejati gunung Raung.

Puncak Kalibaru
Untuk menuju puncak berikut perangkat dan apa-apa yang wajib yang harus dipenuhi:
Persiapan Alat : Tali Kern 30m, Carrabiner, Webbing, Harnezt, Ascender, Helm, Jumar, Tali prusik. Semua harus dalam keadaan baik.
Skill Teknis : Anchoring, Ascending, Belaying, descending Rappeling. Minimal dalam team harus ada yang menguasai sehingga bisa jadi leader buat teman-temannya.
Motivasi Team : doa, keselamatan adalah utama, saling dukung dan saling melengkapi.


Logistik Team : Makanan, air minum, alat tambahan: kamera, GPS.

Trek menuju puncak adalah jalan yang sangat curam dengan kanan-kiri jurang. Untuk itu kehati-hati-an adalah harga mati dan tentunya jangan lupa selalu berdoa.


Puncak Bendera – Puncak17
Perjalanan dimulai turun dari puncak bendera melipir igir-igir jurang berjalan satu-persatu dan bergantian. Di titik ini kita harus melipir tebing bebatuan dimana di sebelah kanan adalah jurang sedalam 50 meter, kita memasang jalur pemanjatan kurang lebih 5 meter, di jalur telah terpasang 1 buah hanger, 1 bolt dan di titik anchor atasnya terdapat pasak besi yang telah tertanam, dapat digunakan sebagai anchor utama.



Leader melakukan artificial climbing sambil memasang jalur pemanjatan. Dapat menggunakan tali kern ataupun cukup membentangkan webbing. Setiap pendaki wajib memasangkan carabinernya jika melewati titik ini dan harus bergantian.



Setelah melewati titik rawan 1 kita menuju puncak 17 / piramida, sampai pada titik rawan yang ke2 yaitu dibawah puncak 17. Disini kita kembali harus membuat jalur pemanjatan, dimana leader melakukan artificial climb selajutnya setibanya di puncak 17 memasang fix rope untuk dilalui orang selanjutnya dengan teknik jumaring. Atau pilihan lain adalah kita tidak kepuncak 17 tetapi melipir lewat samping puncak 17.Dibutuhkan fokus dan konsentrasi ekstra karena medan yang mudah rontok.



Puncak 17 – Puncak Tusuk Gigi
Tibalah kita di titik rawan yang ke3 / terakhir dimana kita harus memasang jalur untuk menuruni tebing sekurangnya 20 meter. Untuk itu menggunakan teknik rappelling untuk mencapai ke bawah. Dititik ini juga sudah ada beberapa anchor tanam dari besi yang dapat kita gunakan. Jalur Kern kita tinggal disini dan akan kita gunakan kembali nanti.



Dibawah dilanjutkan dengan jalan yang agak menurun ke bawah sampai bertemunya jalur pungungan ke Puncak Tusuk Gigi ( dari jauh menyerupai tusuk gigi ). Dari situ kita akan disuguhi hamparan bebatuan yang semakin besar yang harus kita daki



Dari tempat istirahat ini perjalanan kembali menanjak dengan tingkat kemiringan yang makin tegak. Waspadai juga longsor batuan lepas dari atas tidak membahayakan pendaki di bawahnya. Jalur bebatuan ini akan berakhir di puncak Tusuk Gigi dengan batuan sebesar rumah yang tersusun menjulang.



Puncak Sejati Raung (8°07’32’’ LS dan 114°02’48 BT)
Dari puncak Tusuk Gigi berorientasi ke kanan kita melipir ke belakang dan kemudian berjalan agak menanjak sekitar 100 meter tibalah kita di tempat yang menjadi tujuan akhir dari ekspedisi kita PUNCAK SEJATI GUNUNG RAUNG 3344 MDPL, ditandai dengan sebuah triangulasi dan pemandangan sebuah kawah besar yang masih aktif yang setiap saat mengeluarkan asapnya. Dari bawah kawah ini sering mengeluarkan suara dengan raungan yang menggelegar. Jika anda sampai di Puncak Sejati, suara ini akan lebih keras lagi, menggetarkan nyali dan sangat menakutkan.

Puncak Sejati

No comments:

Post a Comment